October 7, 2026

Teknologi Tradisional

January 22, 2026

DAPOBUD-OPK: Teknologi Tradisional,

1. Ndaut
“Ndaut” dalam bahasa Jawa berarti mencabuti bibit padi yang sudah siap tanam dari tempat penyemaiannya. Proses
ini biasanya dilakukan setelah lahan ditanami padi dan bibitnya sudah cukup umur, di mana para petani secara manual mencabut bibit-bibit tersebut dari dalam lumpur kemudian mengikatnya agar mudah dipindahkan ke lahan utama untuk ditanam (tandur). “Ndaut” merupakan bagian penting dari tradisi pertanian padi di Jawa dan menjadi pemandangan yang lazim saat musim tanam. Sebagian besar masyarakat Pandowoharjo yang berprofesi sebagai petani masih rutin melakukan kegiatan ini.

2. Tandur
Tandur dalam bahasa Jawa adalah singkatan dari “ditata mundur,” yang berarti menanam padi secara tradisional di mana petani menanam bibit sambil bergerak mundur untuk menghindari merusak bibit yang sudah ditanam. Meskipun teknologi pertanian sudah semakin canggih, namun masyarakat Pandowoharjo masih melesterikan kegiatan tandur ini dalam proses pengelolaan sawah.

3. Ngosrok
Ngosrok adalah kegiatan membersihkan lahan sawah dari gulma, rumput liar, atau sisa-sisa tanaman panen sebelumnya, sebelum sawah tersebut diolah (dibajak atau dicangkul) untuk penanaman bibit padi yang baru. Tujuannya adalah untuk memastikan lahan siap tanam dan bersih dari organisme pengganggu yang dapat menghambat pertumbuhan padi. Kegiatan ini masih menjadi rutinitas petani di Pandowoharjo dalam proses pengelolaan sawah.

4. Meme
Meme atau menjemur padi secara tradisional adalah metode pengeringan padi dengan memanfaatkan sinar matahari langsung dengan cara menghamparkannya di permukaan terbuka seperti terpal, lantai semen, atau alas anyaman bambu (kepang). Proses ini dilakukan dengan membalik padi secara berkala selama beberapa hari hingga kadar airnya berkurang dan padi menjadi kering.

5. Ngluku
Ngluku atau membajak sawah yaitu proses tradisional menyiapkan lahan pertanian dengan menggemburkan dan
membalikkan tanah menggunakan tenaga hewan (sapi/kerbau) atau mesin, tujuannya agar tanah subur siap ditanami padi, dengan proses awal adalah membalik tanah (ngluku) lalu diratakan.
Sebagian masyarakat Pandowoharjo masih menggunakan teknologi ini untuk membajak sawah yang letaknya didalam/tidak ada jalan masuk untuk traktor. Dan di Desa Wisata Brayut membajak sawah menjadi salah satu paket wisata yang menarik dan diminati oleh banyak pengunjung.

6. Gerobak Sapi
Gerobak sapi adalah kendaraan roda dua atau empat yang ditarik oleh sepasang sapi atau lembu, digunakan sebagai alat transportasi tradisional, terutama di pedesaan Indonesia. Di beberapa daerah di Indonesia, gerobak sapi juga dikenal dengan sebutan pedati atau cikar. Fungsi utama gerobak sapi pada zaman dahulu adalah untuk mengangkut barang atau hasil pertanian, dan terkadang juga digunakan untuk mengangkut orang. Warga Pndowoahrjo masih ada yang memiliki Kendaraan Tradisional ini yaitu di Karangasem dan Brayut. Sampai saat ini grobag sapi masih aktif digunakan di Desa Wisata Brayut sebagai fasilitas angkutan untuk pengunjung yang akan berjalan keliling
melihat potensi Kalurahan Pandowoharjo.