September 24, 2026

Watu Gendel

January 22, 2026

DAPOBUD-OPK: Warisan Budaya Benda,

Watu Gendel merupakan salah satu peninggalan tradisi lisan yang hidup di tengah masyarakat Karangtanjung pada masa lalu. Batu ini tidak hanya dipandang sebagai benda alam semata, tetapi juga memiliki makna budaya yang erat kaitannya dengan tradisi perawatan pascasunatan bagi anak laki-laki. Pada zaman dahulu, masyarakat Karangtanjung meyakini bahwa proses penyembuhan setelah sunatan tidak hanya bergantung pada perawatan fisik, tetapi juga dipengaruhi oleh kebiasaan dan kepercayaan turun-temurun.
Menurut cerita yang berkembang di masyarakat, Watu Gendel digunakan oleh anak laki-laki yang baru saja menjalani sunatan untuk berjemur pada pagi hari. Kegiatan ini dilakukan dengan cara mengeringkan area luka sunatan di sekitar Watu Gendel, dengan memanfaatkan sinar matahari pagi yang dipercaya baik untuk mempercepat proses pemulihan.
Kepercayaan masyarakat Karangtanjung pada waktu itu menyebutkan bahwa anak laki-laki yang menjalani tradisi
berjemur di Watu Gendel akan lebih cepat sembuh dan kembali beraktivitas dibandingkan yang tidak melakukannya. Oleh karena itu, Watu Gendel menjadi bagian penting dari ritual perawatan pascasunatan yang dilakukan secara kolektif dan diwariskan secara turun-temurun.